Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-74 Kabupaten Kulon Progo, diselenggarakan Gladhen Hageng Jemparingan dari berbagai daerah. Pertemuan akbar para pemanah tradisional Nusantara melibatkan 1.474 peserta yang berkumpul di Alun-alun Wates.
Jemparingan merupakan olahraga panahan tradisional khas Mataram yang memiliki nilai filosofi mendalam. Tidak hanya bernilai olahraga, tetapi juga sarat makna budaya, di antaranya menekankan ketenangan batin, konsentrasi, kesabaran, dan ketepatan dalam mengambil keputusan.
Berbeda dengan panahan modern, jemparingan dilakukan dengan posisi duduk bersila dan menitikberatkan pada etika serta sikap ksatria.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya dalam melestarikan budaya daerah, menguatkan identitas lokal, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendukung pariwisata Kulon Progo
Share :


