Menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, kreator konten kuliner Tasyi Athasyia menghadirkan sebuah karya bertajuk "Indonesian Batik Heritage Cake". Kreasi kue bolu ini membentang sepanjang 3,78 meter x 1,55 meter dengan ketebalan 8 cm.
Memakan waktu pembuatan hingga 55 jam, kue yang tersaji dari rangkaian 12 kue tersebut kemudian dibagikan ke masyarakat yang mencapai 1.000 porsi. Permukaan kue dihiasi seni kuas buttercream dan edible art yang menampilkan keindahan motif kain tradisional Nusantara.
Perpaduan motif tersebut di antaranya: buketan (Pekalongan), melambangkan keindahan, kebahagiaan, dan harapan, tumpal pucuk rebung (Betawi), yang melambangkan keharmonisan hidup dan keteguhan iman, batik parang (Surakarta), sebagai simbol kekuatan, ketabahan, dan kesinambungan hidup tanpa putus, batik kawung (Yogyakarta), melambangkan kesucian, pengendalian diri, dan keseimbangan hidup, motif ulos (Sumut), kain tenun tradisional simbol persatuan, tradisi, dan perlindungan spiritual, megamendung (Cirebon), motif awan ikonik yang menyimbolkan ketenangan, kesabaran, dan kearifan.
Share :


