Masyarakat Blora memiliki tradisi sedekah bumi yang lebih umum disebut manganan atau gas deso. Gas deso adalah tradisi tahunan berupa selamatan atau bancakan dengan membawa makanan dan sesaji ke makam atau tempat-tempat lainnya yang dianggap keramat.
Tradisi ini biasanya dilakukan pada Bulan Jawa dan digelar ditutup dengan hiburan berupa tayuban yang dimaksudkan agar semakin meriah dan tidak mengurangi kesakralan.
Karena sudah membudaya di seluruh warga, masyarakat percaya bahwa bila tidak melakukan gas deso bisa menimbulkan musibah. Masyarakat merayakannya dengan membuat nasi tumpeng dan jajanan khas daerah seperti dumbeg, pasung, tape, dan bugis.
Pada pelaksanaan yang bertepatan dengan perayaan HUT ke-78 Republik Indonesia, nasi tumpeng gas deso diubah menjadi sega berkat yang dibungkus dengan daun jati. Sebanyak 9.640 bungkus nasi berkat dibagikan dan dinikmati bersama masyarakat Kabupaten Blora.
Share :


