Tari Te’o Renda biasanya dilakukan secara kelompok untuk menyambut tamu atau pejabat, serta pada kegiatan-kegiatan sukacita sebagai wujud syukur kepada Tuhan dan para leluhur di kalangan masyarakat.
Ditampilkan oleh 2.022 pelajar SD dan SMP dari 23 sekolah di Kabupaten Rote Ndao, pagelaran ini bertujuan untuk mengangkat, melestarikan, mempopulerkan serta menumbuhkan kebanggaan generasi muda atas tarian Te’o Renda sebagai kreasi budaya asli Kabupaten Rote Ndao.
Pada acara Festival Rote Malole di Rote Ndao yang berlokasi di wilayah paling selatan NKRI, Bank Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dan BPD NTT menggunakan acara ini sebagai edukasi memupuk rasa cinta, bangga dan paham Rupiah, sekurangnya tingkat kesadaran atas Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara dan alat pemersatu bangsa.
Share :


