Masyarakat Dayak Siang di Kabupaten Murung Raya Kalimantan Tengah mempunyai budaya bercocok tanam dan perladangan secara turun temurun yang disebut “manugal” yang masih memegang teguh kedekatan dengan alam sekitar.
Alat yang biasa digunakan untuk membuat lubang disebut “tugal” dari batang kayu panjang yang diruncingkan ujungnya sehingga dapat membuat lubang pada tanah. Dalam tradisi manugal, ada alat musik tradisional yang saat ini sudah sangat langka dan hanya terdapat di Kabupaten Murung Raya.
Selain menghasilkan bunyian-bunyian, alat musik ini juga berfungsi membuat lubang pada tanah yang bagi masyarakat Dayak dinamakan “kongkurung”.
Untuk mengenalkan kepada masyarakat luas dan memperingati hari jadi ke-20 Kabupaten Murung Raya, Kongkurung dipentaskan oleh 817 peserta sebagai salah satu tradisi menanam padik, kehadiran dan kedudukannya mengindikasikan adanya sebuah makna sebagai manifestasi dari praktik gotong royong.
Share :


