Sega golong adalah nasi putih yang dibentuk bulatan seukuran bola tenis. Disajikan berselimut telur dadar, sega golong semakin nikmat diberi tambahan pecel panggang ayam, daun kemangi, dan dilengkapi dengan sayur menir yang ditempatkan dalam sebuah tampah (nyiru) yang beralas daun pisang. Oleh nenek moyang, ubarampe ini dimaknai sebagai perlambang kebulatan tekad yang manunggal atau golong gilig.
Sega golong biasanya disajikan untuk ritual tertentu yang merupakan manifestasi penghormatan kepada Kang Yasa Jagat Sang Khalik Semesta. Tradisi sajian sega golong biasanya dilaksanakan tiap sewindu sekali, yakni saat perayaan Grebeg Maulud Tahun Dal, namun juga juga ritual ruwatan, kenduri, sedekah dan sesaji.
Menyambut bulan suci Ramadan 1444 Hijriah, masyarakat Kecamatan Genuk Semarang melalui perwakilan RT serta organisasi kemasyarakatan melakukan doa bersama dengan menyajikan sega golong yang sebagian di antaranya diarak menuju lapangan dan dilombakan dengan melibatkan 870 peserta.
Share :


