Syair gulung merupakan sastra lisan warisan Kesultanan Matan (Tanjungpura) yang berkembang sejak abad ke-16 bersamaan dengan masuknya ajaran Islam di pesisir barat Kalimantan. Tradisi yang juga dikenal sebagai kekarangan menggunakan gulungan kertas berisi bait-bait syair yang dilantunkan dengan nada khas Melayu dan sarat nilai edukasi, petuah kehidupan, serta pendidikan moral.
Melalui Festival Syair Gulung Tanah Kayong, Perkumpulan Lawang Kekayun Negeri Matan Tanjungpura Ketapang bersama para penggiat budaya berupaya melestarikan warisan sastra tradisional tersebut.
Dalam kegiatan ini, sebanyak 150 peserta dari berbagai latar belakang membacakan syair secara bergantian menggunakan gulungan syair sepanjang 151,85 meter. Gulungan tersebut merupakan hasil karya bersama para sastrawan, penggiat budaya, dan peserta Lokakarya Syair Gulung yang digabung menjadi satu karya monumental.
Share :


