892 sekolah dari 17 kecamatan di Kabupaten Brebes dengan kompak menyajikan sega adep-adep. Sega adep-adep bukan hanya sekadar makanan, tapi juga bagian dari warisan budaya Bumiayu. Nama "Adep-adep" diambil dari bahasa Jawa yang berarti dihadapkan atau disuguhkan, serta berati pula bersih atau rapi.
Historiografi lokal menampilkan sega adep-adep sebagai sebuah piranti sosial keagamaan yang menjadi bagian integral dalam ritual keagamaan yang dilaksanakan masyarakat Kabupaten Brebes. Tidak hanya sekadar hidangan lezat, sega adep-adep juga mengandung makna budaya dan tradisi yang kental.
Masyarakat Bumiayu menjadikan hidangan ini sebagai bagian dari perayaan, upacara adat, dan momen-momen istimewa lainnya. Ini menciptakan ikatan emosional antara makanan dan identitas lokal.
Bahan utama sega adep-adep adalah nasi pulen, urab kelapa, serta aneka lauk-pauk tradisional. Sega adep-adep terbuat dari nasi yang di atasnya ditutupi dengan berbagai jenis sayuran seperti kacang panjang, petai, jengkol, selada, terong, daun singkong, timun dan ada pula ikan teri, tempe, telur, serta kelapa parut.
Share :


