Rokok kretek adalah salah satu warisan tradisi budaya Indonesia, berupa produk berbahan baku tembakau dan cengkih yang dipadukan dengan saus perasa, yang pada awalnya racikan bahan ini dibungkus dengan klobot atau daun jagung kering dan diikat dengan benang. Racikan pertama pada awal 1880-an dipopulerkan oleh H. Jamhari di Kudus, Jateng.
Perkembangan rokok kretek bermunculan di pasaran seiring dengan penerapan inovasi, metode penelitian dan pengembangan teknologi modern yang menciptakan produk-produk kretek baru dengan aroma dan cita rasa baru dengan esensi kenikmatan kretek yang lebih bervariasi.
Wismilak, yang didirikan di Surabaya pada tahun 1962 terus berkembang, melangkah dan berinovasi; pada 2024 dengan meluncurkan Sigaret Kretek Mesin (SKM) dengan varian rasa buah, dan pada September 2025 diperkenalkan Sigaret Kretek Tangan (SKT) Wismilak Slim Klik yang merupakan inovasi rokok kretek mild yang menghadirkan sensasi rasa buah dan kesegaran melalui kapsul klik dengan rasa berry tea, lychee tea, dan iced tea yang dikemas dalam bungkus berisi 16 batang.
Share :


