Gagasan Realistic Mathematics Education (RME) yang dikembangkan oleh Hans Freudenthal dan pendekatan Ethnomathematics yang diperkenalkan oleh Ubiratan D’Ambrosio memiliki sejumlah prinsip yang sejalan.
Keduanya menekankan pentingnya pembelajaran matematika yang kontekstual, yang mana siswa dibimbing untuk menemukan konsep-konsep matematika melalui pengalaman nyata, sekaligus memahami relevansi dan penerapan matematika dalam kehidupan sehari-hari.
Prof. Dr. Rully Charitas Indra Pramana, S.Si., M.Pd. sebagai penerima anugerah Mahakarya Kebudayaan MURI, merupakan seorang dosen Program Studi Pendidikan Program Doktor di Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta yang merumuskan sebuah pendekatan baru dengan mengintegrasikan kekuatan dari kedua pendekatan tersebut, yaitu Pendekatan Ethno-Realistic Mathematics Education (Ethno-RME).
Temuan ini dirancang untuk memadukan eksplorasi budaya lokal (sebagaimana prinsip Ethnomathematics) dengan prinsip-prinsip dan karakteristik pedagogis dari pendekatan RME, sehingga menciptakan pendekatan pembelajaran yang kontekstual sekaligus bermuatan nilai-nilai sosial budaya.
Share :


