Tari legong adalah sebuah tarian tradisional yang berasal dari Puri Paang Sukawati pada akhir abad 18, dan mulai berkembang di keraton-keraton serta berbagai pelosok desa di Bali pada pertengahan abad 19 yang mencerminkan keanggunan, keelokan, dan juga kelihaian para penari Bali.
Gerakan tari legong erat hubungannya dengan sejarah, budaya dan agama. Dalam setiap gerak tarinya menyimpan nilai-nilai yang sakral yang mengejawantahkan bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat atas semua keberkahan yang sudah diperoleh.
Awalnya dipentaskan ketika upacara adat, kini makna dari tari legong semakin berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Tari legong dipagelarkan bukan hanya sebagai bentuk ungkapan rasa syukur, tapi juga berkembang menjadi tarian hiburan, tari penyambutan untuk menarik para wisatawan.
Pada peringatan Hari Pendidikan Nasional 2024, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali menggelar tari legong condong bagi 5.027 pelajar PAUD, SD dan SMP di Denpasar sebagai bagian kampanye dan edukasi Cinta, Bangga Paham Rupiah bagi pelajar.
Share :


