Perayaan Hari Jadi ke-477 Kabupaten Kudus pada tahun 2026 tidak hanya menjadi momentum peringatan sejarah berdirinya daerah, tetapi juga menjadi ruang untuk meneguhkan identitas budaya lokal melalui sebuah pertunjukan seni berskala besar.
Tari lajur caping kalo merupakan salah satu ekspresi seni tradisional yang lahir dari kehidupan masyarakat Kudus. Tarian ini merepresentasikan proses pembuatan caping kalo, yaitu penutup kepala tradisional khas Kudus yang telah lama dikenal sebagai bagian dari warisan budaya masyarakat setempat. Melalui rangkaian gerak yang terstruktur, tari ini menggambarkan tahapan demi tahapan pembuatan caping kalo, mulai dari proses merangkai bahan hingga menjadi sebuah karya yang utuh. Nilai-nilai ketelitian, kesabaran, ketekunan, kerja sama, dan keharmonisan yang melekat dalam proses tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa gerak yang sederhana, dinamis, dan sarat makna.
Sebanyak 670 penari yang tergabung dalam 134 grup tampil secara serempak membawakan tari lajur caping kalo. Para peserta berasal dari beragam latar belakang, meliputi pelajar, masyarakat umum, komunitas seni, hingga pegawai dari berbagai instansi. Sebelum tampil dalam pagelaran puncak, para peserta terlebih dahulu mengikuti rangkaian Festival Tari Caping Kalo yang diselenggarakan sebagai sarana pembinaan, apresiasi, dan pengembangan kreativitas seni tradisional.
Share :


