Pagelaran Tari Angguk “Laku Wirasa” dengan Peserta Terbanyak

Diposting Pada 15 October 2023

Disusun oleh Tim Muri

Kesenian angguk Kulonprogo muncul sekitar tahun 1900 yang terinspirasi dari pesta dansa sambil bernyanyi-nyanyi para opsir Belanda ketika menduduki wilayah Kabupaten Purworejo.

Pada awal kemunculannya, penari angguk adalah laki-laki, baru pada 1991 juga ditarikan para perempuan. Tari angguk digunakan sebagai media dakwah melalui syair dan selawat Islam yang mengiringi untuk mengajak kepada kebajikan menjauhi perilaku menyimpang.

Tari Angguk dimainkan secara berpasang-pasangan, biasanya tampil dalam pasangaan masing-masing dua penari, tetapi bisa juga tiga atau empat penari dalam satu pasang; maupun ditarikan sebagai tari ‘jejeran’ ( bersama-sama ), dengan iringan musik bedug, kendang, rebana, saron, dan kecrek.

Memperingat HUT ke-72 Kabupaten Kulonprogo, digelar tari Angguk oleh 7.200 penari yang terdiri dari para pelajar dan peserta upacara di Alun-alun Wates

Share :

×
BERANDA
TENTANG KAMI
GALERI MURI
JURNAL
LINGKUP APRESIASI
KONTAK KAMI

Jaya Suprana School