Kelompok Teater Pertama yang menggunakan konsep Omnibus Teater

Diposting Pada 22 September 2025

Disusun oleh Tim Muri

Panggung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia menjadi saksi pergelaran omnibus teater “Sang Tahanan Negara” karya Stage of Wawan Sofwan, sebuah peristiwa seni pertunjukan yang digelar untuk menandai 200 tahun Perang Jawa (1825–1830).

Pertunjukan ini meramu berbagai fragmen dramatik yang menyoroti jejak sejarah perang terbesar di tanah Jawa, dengan tokoh sentral Pangeran Diponegoro yang dikenang sebagai simbol perlawanan terhadap kolonialisme. Alih-alih hanya merekonstruksi peristiwa, Wawan Sofwan menghadirkan tafsir kontemporer: bagaimana status “tahanan negara” melintasi zaman, dari Diponegoro hingga refleksi masa kini.

Mengusung format omnibus, beberapa segmen ditampilkan dalam gaya berbeda, monolog, kolase teks arsip, hingga eksplorasi Gerak seolah mempertemukan suara masa lalu dan keresahan generasi saat ini. Penonton diajak merenungkan bukan sekadar tragedi pengasingan Diponegoro, tetapi juga gagasan tentang perlawanan, identitas, dan kuasa ingatan.

“Sang Tahanan Negara” mempertegas jembatan antara teks sejarah, seni, dan kesadaran publik. Ia menjadi pengingat bahwa meski dua abad telah berlalu, gema Perang Jawa masih relevan sebagai refleksi bangsa menghadapi tantangan kebebasan hari ini.

Share :

×
BERANDA
TENTANG KAMI
GALERI MURI
JURNAL
SYARAT DAN KETENTUAN
KONTAK KAMI

Jaya Suprana School